DENAI

Denai itu adalah laluan kita... Dari saat di rahim ibu sehingga "pulang"... Laluan kita sudah wujud... Ada yang lurus, ada yang bercabang... Malah ada yang bersimpang-simpang... Denai Kita... Laluan hidup yang namanya insan...

Tuesday, September 13, 2005

Tangga Seni

8.30 pagi hingga 5.30 ptg setiap hari...
Bila masa terluang dari waktu itu...
Disini tempat kami bertemu janji...
Kalau tak sekali, dua kali atau mungkin tiga kali..
Datang dgn pelbagai luahan hati...
Kenapa Tangga Seni?...
Banyak cerita bermula di sini...
Di sini puisi kami di per inci...
Di sini juga kami menyanyi...
Sehingga ketawa geli hati...
Tapi selalu berakhir dengan keluhan hati...
"Kenapa kita ambil jalan ini?"...
"Kenapa tidak dari dulu kita sedari?"...
"Apa nak jadi dengan kita ini"?...
Itulah dia hari ini...
Asyik-asyik di Tangga Seni...
Balik-balik cerita seni...
Hai lah Tangga Seni...
Tak lama lagi tiada lagi...
Bila Anggun dah pergi...
Tinggallah kau tanpa di lawati.....

p/s: buat Anggun. Harapan ku, jalan kita akan bertembung lagi tuk bercerita hal seni.. Impian dan mimipi2 kita, hanya di Tangga Seni.

Kisah Kita...

Nukilan Anggun:-

Di waktu mereka sibuk memenuhi tuntutan zaman dalam kekalutan riuh kota...
Dikala mentari terang, kita di situ beromong menebar mimpi, mengusap luka, melempar lelah...
Dan bertawa canda...
Hingga terhuyung-hayang di angkasa dan bergantung-gantung di kayangan

Sebaiknya hari ini tinggal sisa...
Ingatan tetap digenggam erat...
Saat saat kita berdunia berdua...
Mengenang segala kisah kita...

Coretan ini ku fikir perlu...
Pesanku hanya satu...
Jangan pernah berhenti melangkah mengecapi semua mimipi-mimpi mu...
Dan bila kala angan itu terwujud...
Kisahkan hal itu padaku...

Hati ini masih liat...
Untuk meninggalkan teman...
Tapi yakinlah ini bukan akhir KISAH KITA.


ps: kini anggun bukan lagi di depan mata... tapi ku doakan persahabatan kami akan kekal kerna impian dan mimpi seni kami pasti akan berterusan.

Wednesday, August 03, 2005

Kasih Dumilah...

Agungnya kasihmu Dumilah,
Bisa menggegarkan dua negeri,
Agungnya cintamu Dumilah,
Bisa menghiris sebuah hati,

Dari Majapahit ke Puncak Ledang,
Kau ditinggalkan seorang diri,
Gusti Adipati Handaya Ningrat kau tentang,
Demi menjejak cinta sejati,

Tapi sayangnya hasratmu Dumilah,
Tidak sampai pada yang di cari,
Kesetiaan Tuah amat terserlah,
Pada Sultan yang di junjung tinggi,

Kini di Ledang kau bersemadi,
Tanpa Tuah yang dikasihi,
Permintaanmu Sultan tepati,
Bersama sumpah yang terpatri,

"Dan sesungguhnya Bumi Melaka ini Bumi Berdaulat!!"
"Kamu akan keseorangan di Puncak Ledang saja, Tidak boleh di pandang oleh sesiapa sesudah Subuh kelak"
"Nescaya dia yang memandang, Beta sumpah Hilang Nyawa, Bermuntahkan Darah!!!!"

Titian Hidup..

Langit petang melewati hari...
Redup teduh berlabuh mentari...
Di titian kehidupan ini...
Episod demi episod aku lalui...

Hari ini, saat ini...
Hidup ku tanpa sinar berseri...
Seperti detiknya seakan terhenti...
Merenung suatu yang tak pasti...

Ku gagahi ingin terus meniti...
Namun berat rasanya hati...
Biarlah noktahnya di sini...
Sepi.. Sunyi.. untuk hari ini...

Akan ku langkah ke episod yang lain esok hari.....

Tuesday, August 02, 2005

Bintang di laman....

Aku tersenyum sendirian walau jauh dari tangan...
Keasyikan memandang bagai melekat pada raut mu...
Kisah Uda & Dara, Laila & Majnun bermain di fikiran ku...
Indah dan agung percintaan insan-insan di alam fana ini...
Lautan api sanggup di renangi...
Gunung-ganang lagi di daki...
Hanya untuk membuktikan sebuah cinta...
Adakalanya hingga ke titisan darah yang penghabisan...
Hebat!!...
Di saat ini, tiada bedanya aku dengan cinta agung itu...
Hidup bahagia di samping mu...
Menikmati hari-hari yang penuh canda & tawa...
Setenang air yang mengalir...
Selunak burung yang berkicau...
Kesulitan ditentang dalam senyuman...
Ah!.. Alangkah bahagia dunia cinta buatan hati aku ini...

Ku hulurkan tangan tuk menyentuh dirimu...
Kau sambut dengan senyuman yang manis sekali...
Ku gerakkan langkah tuk mendekati mu...
Namun.....

Baru ku sedar...
Kau sebenarnya di laman yang lain...
Walau tangan mu digenggaman ku...
Jarak hati kita jauh sekali...

Lalu ku redupkan mata ku...
Hati ku berbisik...
Aku impikan bintang di laman orang.....

Thursday, May 19, 2005

Mok Golok...

Mok,
Kenangan kita tidak berdiari...
Pertemuan kita di bilang jari...
Walau sebentar hati terpatri...
Walau jauh kasihmu ku kenangi...

Mok,
Gurau, tawa mu sebentar sekali...
Kasih sayang mu tiada ganti...
Yang tinggal hanya memori...
Untuk kami cucu-cucu mu di sini...

Mok,
Andai sejarah di genggaman kami...
Ingin kami olah agar tidak sepi...
Namun kami akur suratan ini...
Doa kami akan mengiringi...

Pergi.. yang tiada pengganti.

Al-fatihah...
Ya Allah, tempatkanlah Allahyarham Membunga Ismail ditempat orang-orang yang beriman. Amin...

Wednesday, May 18, 2005

Cetusan hati, Nukilan rasa - Tabiat Kita

Teman.. coretan kali ini lain sedikit. Cetusan hati dan nukilan rasa ini terhasil setelah di alami, di kaji di rumus dan di ceritakan... oleh seseorang yang amat aku kagumi dan sanjungi..

Hendak berkolek ke Pulau Bidara
Singgah sebentar mencari santapan
Coretan ini sekadar ingin bicara
Untuk tatapan yang namanya insan...


TIDAK INGAT - Kadang2 kita lupa pada sejarah kehidupan kita sejak dilahirkan sampai kita remaja. Dari remaja kita didekolahkan oleh kedua ibubapa kita. Sekian lama kita belajar di sekolah, akhirnya berjaya. Setelah tamat belajar kita mendapat pekerjaan. Bertambah umur menjadi dewasa lalu berumahtangga. Masia ada kedua ibubapa, ada pekerjaan, ada isteri, ada anak2. Maka tugas kita makin sibuk tak menetu masa. Dengan kesibukan aktiviti2 kita, kita lupa mengenang tanggungjawab kita kepada ibubapa kita. Kita lupa pada anak dan isteri kita. Isteri pula lupa pada tugas terhadap suami. Kerna TIDAK INGAT pada budi dan jasa, bagaimana perasaan hati mereka kalau kita berlaku kurang sopan terhadapnya. Maksudnya kita tidak menyenangi dan menghormati yang sepatutnya..
Sekarang kita sudah amat dewasa, boleh berfikir, boleh melihat dan boleh menilai bagaimana hebat mereke berkorban tenaga, masa, harta benda dalam menjaga kita. Amat malang sekali kalau anda ingkar nasihat orang tua atau suami anda yang boleh membawa kita/anda menjadi derhaka. Ornag derhaka di akhirat kelak adalah di Neraka. Kata orang tua2, kasih ibu membawa ke syurga, kasih bapa sepanjang masa, kasih saudara masa berada, kasih suami tetap menjaga, isteri benci berbini dua. Doa dan restu ibubapa begitulah dengan restuNya Allah. Jangan TAK INGAT, INGAT!...

TIDAK SEDAR - Kita/anda mungkin hanyut dalam arus pembangunan sosial global tanpa sempadan ini. Di pengaruhi oleh hawa nafsu kebendaan, pangkat dan harta, projek dan cita2, lagak dan gaya yang tidak pasti tiba. Kita/anda di lekakan dengan permainan syaitan berpesta di pentas dunia, sedang anda TIDAK SEDAR masa berjalan begitu cepat hampir anda lupa untuk persiapan bekalan ke akhirat. Inag2 lah di akhirat nanti akan di hisab.. mana tau ada yang tak solat.

TIDAK INSAF - Kita/anda pernah melihat, mendengar bagaimana berlakunya kekalutan di seluruh dunia. Di beri ingatan dengan tsunaminya, perang antara saudara, ribut taufan, kelaparan dan banyak lagi. Jangan kita buat tak tahu seolah-olah kita tidak di timpa musibah bencana atatu akan berlaku huru-hara. Kita lupa kita di beri tempoh oleh yang empunya dunia ini. Hayat kita makin singkat sedang kita belum taubat, tertipu dengan keadaan kemewahan dunia orang2 sesat. Kembalilah kepada Al-Quran dan hadithNya. Mudah-mudahan selamat dunia dan akhirat. Insya"Allah.

TIDAK TAHU - Bukan semua kita tahu, ada yang kita TIDAK TAHU. Usahalah, carilah dan belajarlah dengan orang2 yang lebih tahu. Orang arif memang tahu, anda yang baru, baru tahau garam itu masin. Bila sudah tahu, hati-hatilah, jangan kadi kutuhingga lupa waktu.

TIDAK FAHAMI - Kita/anda yang waras berilmu, ada daya fikir maka pergunakanlah akal itu, janagan jadi bodoh. Orang yang benar2 bodoh dan degil saja TAK FAHAM. Kalau sudah faham, buat perubahan daripada yang kurang baik kepada yang lebih baik dalam kehidupan ini. Dari mana ke mana, tinggi rumput dari pada, bulan mana tahun mana, tak faham-faham lagi, tercabut gigi tinggal gusi masih sangsi.

TIDAK FIKIR - Kita dan haiwan, sama-sama ada otak, tapi kita manusia di berikanNya akal untuk menilai yang mana buruk dan yang mana baik. Berfikir boleh mengubah tahao pencapaian yang lebih maju lagi. Berfikir satu saat lebih baik daripada beribadat 70 tahun dengan bermal tanpa berfikir. Fikirlah, jangan TAK FIKIR, kalat tak fikir, lama-lama jadi Tok Fakir.

TIDAK PANDAI - Kita/anda pandai menulis dan membac, pandailah kita dalam bidang masing-masing. Seorang jurutera dengan tugas kejuruteraannya, dia TIDAK PANDAI buat tugas seorang doktor, begitulah sebaliknya. Jangan berlagak pandai, nasib malang kena bedal, jadilah keldai daging di jual di pasar besar.

TIDAK CERDIK - Kita/anda sudah pandai tapi KURANG CERDIK dalam mengatasi masalah di luar jangkaan. Fikir dengan tena, gunakan akal dalam membuat keputusan dengan tepat seta adilnya, itulah cerdik. Bila sudah pandai dan cerdik, anda boleh di harap menyelesaikan kekusutan dengan sungguh gampang sekali.

TIDAK TAAT - Patuh dan taatlah pada perintah dan arahan, nasihat dan pandangan. Jangan tak taat, kalau anda ingkar maka iblislah kawan anda. Jangan anda buat remeh-temet dengan arhan atau undang-undang. Silap langkah masuk lokap baru padan, lama-lama kena godam di ja'ra baru padan muka. Akibat TAK TAAT.

TIDAK IKHLAS - Niat dengan betul dan benar. Kerjalah dengan ikhlas segala tanggungjawab kita. Jangan berpura-pura. Jangan kita umpat jilat peribadi oran, jangan bangkitkan perkara yang sensitif di belakang. Bila anda ikhlas, andalah seorang yang berbudi luhur.

TIDAK JUJUR - Ketidakjujuran itu orang akak tahu kerana yang busuk pasti ada baunya. Kata orang telunjuk lurus, kelingking berkait, menyimpan dendam harus di paku di palang. Kena jujur, kalau TAK JUJUR, silap jawap, kena sembur, hancur lebur.

TIDAK PATUH - Tabiat tidak patuh tidak taat menjadikan kita degil kerana tidak berfikir. Sekiranya kita ingkar lampu trafik semasa memandu. Mungkin ini menimpa musibah membawa celaka. Hati-hatilah, jangan TAK PATUH.

TIDAK BERTANGGUNGJAWAB - Janganlah kita bersikap buruk dan TIDAK BERTANGGUNGJAWAB akan hal-hal berkaitan. Perlu bertimbangrasa, kerjasama lembut gigi dari lidah. Tanggungjawab, tolong-menolong mewujudkan sikap keperobadian yang unggul.

TIDAK AMANAH - Bila kita di berikan tugas, itu adalah suatu amanah yang kita mesti urus dengan baik. Kalau kita pecah amanah, ini boleh membawa ke tali gantung. Jangan anda berlaku zalim. Kerjalah dengan ikhlas hati.

TIDAK MALU - Muka tak malu samalah buntu beruk tua yang busuk lagi membusutkan. Beruk MAt Yeh pun tahu malu. Kita bagaimana?!! Malu-malulah sikit, jangan TAK MALU, nanti kena palu baru tahu.

TIDAK BERHEMAH - Jangan kita berlaku kurang ajar samada kita bercakap atau berbincang. Hiasilah tebu di bibir kita, walaupun pahit tertelan hempedu, hormatlah sikit orang-orang tuan atau tetamu.

TIDAK SABAR - Manusia memang begitu tidak sabar-sabar. Semua nak cepat-cepat tapi kita tidak sehebat si Jebat. Hanya Si Tuah yang sabar membawa berkat. Orang-orang yang sabar dalam apa jua. Insya'Allah ada hikmahnya, Allah redha padanya. Jangan rakus untung secupak, mungkin kita rugi segantang. Sabar.. jangan TAK SABAR, rezeki tak ke mana-mana, kalau sudah hak kita.

Renung-renunglah, Hidup dalam kehidupan ini banyak cabarannya, lebih banyak lagi kalau kita mengikut hawa nafsu, terpengaruh dengan gejala sosial tanpa sempadan. Jangan kita tertipu dengan keadaan gelagat penghuni dunia yang rosak akhlaknya. Manusia bila sudah rosak akalnya akan membunuh, merompak, menipu memfitnah, merampas, meragut, merogol, merasuah dan banyak lagi. Semua ini contoh manusia durjana yang tidak ingat dosa pahala, tidak sabar dan tidak insaf bahawa kehidupan di dunia ini di berikan tempoh oelh empunya dunia ini. Dengan kebebasan yang kita ada, jangan kita lupa pada agama Allah. Berbekal untuk ke akhirat, ingatan utnuk kita semua. bertaubatlah sebelum terlambat.

Tunaikan tugas dengan penuh tanggungjawab, jangan cuba-cuba menyelewengseperti anjing dengan bayang-bayang. Kalau tidak takkan Si Luncai terjun dengan labu-labunya. Cermin-cerminlah diri. Kita lihat pemaikaian sendiri bagaimana. Jangan kita cuba nak jahit tepi kain orang lain sedangkan kain kita sendiri yang terkoyak dan terlondeh. Jnagan kita malas dengan emberi seribu satu alasan, memang manusia banyak songehnya, kentutu bsuk ketiak bau asam bagaikan nujum pak belalang.

Marilah sama-sama kita renungkan hidup dalam kehidupan ini yang perlu banyak bersabar keadaan dunia yang semakin kalut berperang antara agama dan bangsa. Marilah kita seiring sejalan bersama-sama kita berdendang dengan lagu serta seirama jangan dicacatkan perpaduan yang terjalin sekian lama. Jangan kita membuang kasih humbankan sayang kelak mati di persisiran.

MAAF... Yang makan lada teraslah kepedasannya. Yang biasa, tak apa-apa.. Wallahuallam..

Tuesday, May 17, 2005

Satu...

Setiap kali kami pulang, kami cari kamu...
Kami dakap tubuhmu semahu kami...
Kami cium pipi mu sebanyak yang mahu...
Senyuman mu manis sekali...
Kulitmu putih bersih...
Ulas bibir mu yang nipis...
Hidung mancung terletak cantik...
Seluruh bandar selalu meyapa "Cik Awa Comey, nok gi mano?"...
Buat kami tersenyum malah ketawa nakal disisimu...
Tiada di antara kami setanding mu...
Dalaman dan luaran yang amat terpuji...
Kasihmu tiada berbelah bahagi...
Sungguh istimewa di hati kami...

Kini...
Tiada lagi gurau, tawa mu...
Tiada lagi senyumanmu...
Tiada lagi alunan suara mu di subuh sunyi...
Tiada lagi dakapan sayangmu...
Kami rindu...
Rindu yang teramat dalam...
Walau bertahun kami nanti, tiada mungkin kau kembali...
Berlabuh sudah tirai pentas ini...
Buat insan yang kami sanjungi...
Pergi mu tiada pengganti...
Hanya satu di hati kami...

Al-fatihah...
Allahyarham Hajah Siti Hawa Haji Harun yang telah kembali ke Rahmatullah 4 tahun yang lalu.

Monday, May 16, 2005

Kemarau...

Saat aku menulis ini, hati aku berkata-kata... Kemanakah serterusnya kaki ini akan melangkah... Kemanakah seterusnya hala tuju hidup aku... Apakah peristiwa yang bakal mendatang... Masihkan aku punya waktu untuk menikmati dan menempuh laluan hidup ini... Berjuta persoalan bermain di minda kita bukan?... Hati aku jadi sepi, seolah-olah mati... Saat ini, kekuatan aku luntur... Kemarau!... Ya, hati aku yang kemarau...